SEKILAS INFO
: - Sabtu, 20-04-2019
  • 1 tahun yang lalu / Istighotsah & Tahlil Rutin dilaksanakan Ahad Pertama Setiap Bulan, datang dan hadirilah!!!
Kenapa Orang Tua Harus Memondokkan Anaknya Di Pesantren
Jika kita melihat kondisi sekarang ini betapa hati kecil ini berkata “Sungguh miris sekali”, dengan cepatnya globalisasi merayap rayap di bumi pertiwi kita indonesia, norma norma yang ditemurunkan dari para salafus sholih (orang sholeh terdahulu) hampir hilang, kemaksiatan ada dimana mana, pergaulan tak mengenal batas, dan kasus kasus seperti itu banyak terjadi di kalangan remaja yang masih labil.
Sebagai orang tua, pastinya kita tak ingin anak kita terjerumus dalam jurang masa depan suram, orang tua ingin sekali melihat anaknya sukses dunia akhirat, berbakti kepadanya, dan apa saja yang bersifat baik.

Berbagai cara dilakukan, seperti menyekolahkan anaknya, baik madrasah maupun formal, sebagai benteng dari permasalah saat ini.

Tapi apakah itu cukup?
Jika kita melihat fakta yang ada saat ini, meskipun disekolahkan, kejadian kejadian diatas kerap sekali terjadi, mengingat pergaulan saat ini tak mengenal batas.

Oleh karena itu, jika hanya mengandalkan sekolah dan pantauan dari orang tua, kami rasa itu belum cukup (melihat fakta yang ada).

Sebagai orang tua, bagaimana kita menyikapi hal tersebut?

Seorang kyai, pernah berkata

“Di zaman ini, jika anda cinta dan sayang anak, maka mondokkanlah”
Kenapa harus mondok? adakah alasannya?

Allah befirman yang artinya “ Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat, mereka lalai “. (QS. Ar-Rum: 7)

Sebagai orang tua, kita mesti menjaga anak kita agar mereka kita tidak melalaikan akhirat, maka kenalkan dan ajarkanlah mereka tentang ilmu agama yang lebih dalam.

Sedangkan pondok pesantren adalah salah satu tempat menimba ilmu agama yang terjamin.

Jika kita melihat apa hakikat tujuan kita hidup, hidup ini hanya untuk beribadah, orang tua diberi kepercayaan oleh Allah untuk menjaga, merawat serta mendidik anaknya, agar tak jatuh dari jurang masa depan dan bisa mencapai sukses hakiki.

Orang tua juga yang mengahantarkan anak anaknya, mau jadi seperti apa, mau dibawa kemana, semua itu tergantung orang tua. Sebagai orang tua, seharusnya kita paham akan hal itu.

Oleh karena itu jika pembaca menjadi ayah atau ibu, maka mondokkanlah anakmu.

Beberapa alasan kenapa orang tua harus memondokkan anaknya di zaman ini.

1. Bentengi Iman

Di pondok pesantren anak kita akan mendalami ilmu agama sedemikian dalam, jika di luar mereka hanya di ajarkan ilmu “agama” saja, dipondok mereka akan diajarkan dari sub sub ilmu agama tersebut, seperti ilmu fiqih, aqidah, tauhid, nahwu, dan sub lainnya.

Dengan mempelajari itu semua dari para kyai yang notabenya terjamin akhlaq serta ilmunya, insya allah ilmu agama yang mereka dapat, dapat membetengi dari kerasnya zaman ini.

Sebelum anak kita mondok, mereka tak mengenal hukum hukum fiqih, awalnya mereka kira itu halal padahal nyatanya itu haram.

Setelah mondok mereka paham belum betul mana yang haram, hingga akhirnya ilmu yang mereka dapat bermanfaat baik dunia maupun akhirat.

Dengan ilmu yang mereka dapatkan di pondok pesantren, mereka sudah menyiapkan mental di masyakarat kelak, agar tak mudah terpengaruh.

Oleh karena memondokkan anak adalah solusi tepat di zaman seperti ini.

2. Penerang bagi segalanya

Alangkah bahagianya jika orang tua melihat anaknya setelah mondok dapat bermanfaat bagi keluarga, agama dan juga masyarat. Sungguh rasa kebahagiaan yang ternilai
Terlebih lebih keluarga, orang tua juga akan mendapatkan dampak dari itu.

Anak tersebut akan berkata halus lemah lembut dan juga taat kepada orang tuanya, sebagaimana yang telah di ajarkan oleh gurunya.

Tak luput pula, jikalau keduanya meninggal anak tersebut akan mendoakannya, sedangkan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya adalah anak yang tak kan pernah putus.

Sebagaimana sabda nabi “jikalau anak adam meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali 3 perkara, shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan juga anak sholeh yang mendoakan orang tuanya”

Bagaimana apakah pembaca sebagai orang tua tak tertarik???
Buang jauh jauh pikiran tentang bagaimana dengan pekerjaannya kelak?

Akhirat saja mereka dapat, apalagi dunia?
bukan mereka yang menghampiri dunia tapi dunia yang mengejar mereka.

Tak percaya??

Banyak buktinya, contoh kecil saja, para tokoh masyarakat yang alim, orang bertamu dengan niat ingin curhat tentang masalah kehidupan, sepulangnya, orang alim itu mendapatkan uang tanpa mengharapkan apapun.

itu contoh kecilnya saja.

Jadi tak usah bingung anaknya menjadi apa jika berada di pesantren, sebagaimana dawuh KH maimun zubair

“Ngaji iku ora usah mikir dadi opo, yen wes alim bakal dadi opo opo”

Artinya “Ngaji itu tak perlu mikir apa apa, kalau sudah alim (berilmi) bakal bisa jadi apa apa”

Seorang ulama besar dawuh seperti itu, sedangkan ulama adalah pewaris para nabi, apakah masih ragu untuk memondokkan anak?

Terlebih lagi sekarang tersedia pondok pesantren modern, disamping ada ilmu agama, juga terdapat ilmu ilmu seperti kimia, bahasa indo, arab dan juga inggris

Dengan ilmu ilmu seperti itu, mereka akan menjadi pemimpin yang baik, jujur serta amanah, sebagaimana yang telah mereka dapatkan di pondok pesantren. Insya Allah

3. Sederhana dan mandiri

Di pondok pesantren mereka hidup serba kekurangan dan mandiri, bagaimana tidak? mereka akan hidup tanpa ketergantungan orang tua, seperti contoh cuci baju sendiri, makan sendiri, semua serba ngelakuin sendiri

Dengan itu semua mereka tidak akan mempunyai sifat manja, dan lebih bersikap dewasa.

Coba bandingkan dengan anak seusianya yang mondok dengan yang tidak.

Perbedaannya pasti terlihat, bagaimanapun hidup di pondok akan mengajarkan mereka arti dari kesederhanaan dan juga bersyukur.

Setelah mereka memasuki sosial yang sesungguhnya mereka akan membawa sifat sifat itu dan menjadi contoh bagi sekitarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Istighotsah & Tahlil Rutin

Kategori